Beberapa kalimat berikut tidak dianjurkan untuk dikatakan pada anak.

Beberapa kalimat berikut tidak dianjurkan untuk dikatakan pada anak. Simak apa saja dan kenapa Anda tidak boleh mengucapkan depan anak.

1. “Kenapa sih kamu nggak bisa mirip seperti kakak kamu?

Mungkin bagi Anda, sangat membantu jika menjadikan salah satu saudara sebagai panduan bagi anak Anda. “Lihat! Janice bisa pakai sepatunya sendiri, kamu kapan? Tapi membandingkan bukan cara yang baik. Anak Anda adalah anak Anda bukan Janice ataupun anak lainnya.

Sangat lumrah ketika orangtua membandingkan anaknya dengan anak lain untuk melihat pengalaman tentang sikap mereka. Tapi jangan biarkan anak Anda mendengar atau mengetahui Anda melakukan itu. Anak berkembang dalam fase mereka dan memiliki temparamen dan personalitasnya senidri.

Membandingkan anak dengan anak lain sama saja seperti Anda ingin Anda menjadi orang lain. Jadi jangan katakan hal-hal seperti itu. Lebih baik katakana “Coba yuk, pakai sepatu sendiri.”

2. “Kamu lebih baik daripada itu!”

Seperti membandingkan, kalimat tersebut akan memberikan sengatan bagi anak. Jika anak mengalami kesalahan seharusnya komentar Anda lebih produktif dan suportif. Berikan anak Anda pengertian dan jadilah lebih spesifik. Katakan “Mama lebih suka jika kamu melakukannya seperti ini, terima kasih.” “Coba kamu belajar lebih giat, pasti jadi ranking 1.”

3. “Berhenti! Atau Mama kasih kamu sesuatu untuk ditangisi!”

Ancaman yang Anda berikan biasanya merupakan hasil dari kefrustasian Anda. Seperti “Kalau kamu buat begitu lagi, Mama pukul kamu!.” Masalahnya adalah ketika Anda terlalu sering membuat ancaman, Anda akan kehilangan kekuatan.

Jika Anda seringkali memberikan ancaman maka anak anda akan terbiasa dan akhirnya jika Anda mengatakan itu, tidak ada gunanya lagi bagi anak Anda.

7. “Tunggu sampai Papa pulang ke rumah!”

Hal ini sangatlah klise. Ketika Anda menghadapi situasi seperti ini, tanganilah sendiri. Menunggu papanya untuk mendisiplinkannya nanti tidak akan membuat anak Anda jera terhadap konsekuensi dari aksi kesalahan anak.

Ketika ayahnya pulang, biasanya anak Anda akan lupa kesalahan yang dilakukannya. Saat Anda memberikan tugas mendisiplinkan anak Anda pada orang lain, Anda akan kehilangan kewenangan Anda. Anak Anda akan mudah mengatakan, “ Biarin aja toh Mama nggak bisa lakuin apa-apa. Biasa yang marah kan cuma papa.”

8.  “Ayo! Cepetan!”

Ketika Anda mulai mengeluh setiap hari, dengan menaruh tangan Anda di pinggang, hati-hati. Ketika Anda menyuruh anak untuk melakukan sesuatu lebih cepat, memang anak akan merasa bersalah, namun tidak akan memotivasi mereka untuk bergerak lebih cepat. Jadi jangan pernah melakukan hal ini.

9. “Bagus!” atau “Good Girl!”

Apa yang salah dari frase tersebut? Masalah datang ketika frase tersebut seringkali Anda katakan pada anak. Hasilnya frase tersebut tidak berarti lagi bagi anak Anda. Pada akhirnya ia tidak tahu perbuatan mana yang benar-benar bagus dilakukan.

Agar tidak terlalu terbiasa mengatakan frase tersebut lakukan ini:

– Katakan frase tersebut kalau mereka memang benar-benar melakukan hal yang berarti. Menghabiskan segelas susu ataupun menyelesaikan satu gambar tidak termasuk apabila ia melakukannya tiap hari.

– Buatlah lebih spesifik, selain “great job!” katakan “Wow, kamu mewarnai sayap kupu-kupunya bagus sekali.”

– Pujilah sikapnya bukan anak.

Categories: Parenting | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.